Terdapat beragam cara Allah memberikan rezeki kepada hambanya. Ada dengan cara berusaha seperti bekerja dan bertani. Adapula dengan cara yang tidak pernah terpikirkan oleh hambanya. Ini umumnya disebut dengan mendapat rizeki tanpa disangka-sangka dan tak terduga.

Begitu juga terdapat beragam cara Allah mengambil dan menghilangkan harta dari hambanya. Ada dengan kecelakaan, kabakaran dan sebagainya. Umumnya, ketika seseorang kehilangan harta, dia akan bersedih dan tidak sabar. Padahal dia dituntut untuk bersabar dan tabah ketika terkena musibah, termasuk ketika kehilangan harta.

Disebutkan bahwa agar seseorang diberi kesabaran dan ketabahan saat kehilangan harta bacalah doa ini, seperti dikutip dari kitab Fiqh ar-Ridha’ maka hendaknya membaca doa berikut;

اَللَّهُمَّ هُوَ مَالُكَ وَرِزْقُكَ، وَأَنَا عَبْدُكَ، خَوَّلْتَنِيْ حِيْنَ رَزَقْتَنِيْ، اَللَّهُمَّ فَأَلْهِمْنِيْ شُكْرَكَ فِيْهِ، وَالصًّبْرَ عَلَيْهِ حِيْنَ أَصَبْتَ وَأَخَذْتَ، اَللَّهُمَّ أَنْتَ أَعْطَيْتَ وَأَنْتَ أَصْبتَ، الَلَّهُمَّ لاَ تُحْرِمْنِي ثَوَابَهُ، وَلاَ تُنْسِنِيْ مِنْ خَلْفِهِ فِيْ دُنْيَايَ وَآخرَتِيْ، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَئْ قَدِيْرٌ، اَللَّهُمَّ أَنَا لَكَ وَبِكَ وَإِلَيْكَ وَمِنْكَ، لَا أَمْلِكُ لِنَفْسِيْ ضَرًّا وَلاَ نَفْعًا.

Allohumma huwa maaluka wa rizquka wa ana ‘abduka khowwaltanii hiina rozaqtanii. Allohumma fa alhimnii syukroka fiihi wash shobro ‘alaihi hiina ashobta wa akhodzta. Allohumma anta a’thoita wa anta ashobta. Allohumma laa tuhrimnii tsawaabahuu walaa tunsinii min kholfihii fii dunyaaya wa aakhirotii innaka ‘alaa kulli syai-in qodiir. Allohumma ana laka wa bika wa ilaika wa minka laa amliku linafsii dhorron walaa naf’an.

Ya Allah, ia adalah harta dan rizku-Mu, dan aku adalah hamba-Mu, Engkau mempercayaiku ketika Engkau memberi aku rizki. Ya Allah, beri aku ilham untuk bersyukur pada-Mu dengannya, dan beri aku kesabaran atasnya ketika Engkau mencabut dan mengambilnya. Ya Allah, Engkau memberi dan Engkau mencabut. Ya Allah, jangan Engkau halangi aku untuk mendapatkan pahalanya dan jangan Engkau lupakan aku setelahnya di duniaku dan akhiratku, sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. Ya Allah, aku milik-Mu, bersama-Mu, menuju kepada-Mu, dan berasal dari-Mu, aku tidak memiliki diriku sendiri untuk mendatangkan bahaya maupun manfaat.