SHOLAT merupakan salah satu rukun Islam yang wajib ditunaikan oleh umat muslim tanpa terkecuali. Saking pentingnya, ibadah wajib ini bahkan diberi keringanan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala agar dapat dilaksanakan dalam posisi duduk, berbaring, bahkan hanya dengan kedipan mata sebagai isyarat gerakan sholat.

Namun kenyataannya, dalam keseharian, tak sedikit umat Islam yang masih menunda bahkan meninggalkan sholat dengan berbagai alasan. Kebiasaan menunda sholat, semisalnya terbiasa tidur tengah malam hingga bangun kesiangan dan melewati Sholat Subuh jika tak diubah akan membuat kita senantiasa larut dalam kesia-siaan.

Terkait hal ini, ustadz Hawaariyyun memberikan tips agar tak malas mendirikan sholat. Dai muda ini menyebutkan bahwa harus ada keinginan atau niat untuk berubah dan bangkit dari kebiasaan buruk tersebut.

Memang, membuat perubahan tak semudah membalikkan telapak tangan. Ustadz Hawaariyyun pun mengaku bahwa dirinya merasa kesulitan untuk bisa mencapai perubahan tersebut.

“Kalo aku gini terus, pola ini akan mengantarkanku pada sesuatu yang lebih buruk. Maka pilihannya cuma satu, berubah sekarang atau sengsara?” kata dia, dikutip dari akun Instagramnya, @hawaariyyun .

Tak hanya itu, demi suksesnya proses perubahan, ia terkadang membutuhkan efek kejut yang memaksanya untuk harus berubah.

“Aku butuh semacam efek kejut yang membuatku terpacu untuk melakukan sesuatu lebih dari biasanya, yang biasanya bangun jam 07.30 jadi jam 03.00 langsung mandi dan sholat tahajud,” kata dia.

Lebih lanjut, efek kejut yang dimaksud Ustadz Hawaariyyun yakni dapat berupa musibah. Cepat atau lambat, setiap insan akan diuji dengan rasa sakit, kekurangan, tekanan mental, dan berbagai guncangan kehidupan. Di titik inilah yang seringkali menyadarkan manusia untuk meminta pertolongan Allah Ta’ala. Di sanalah biasanya manusia mulai merubah sikap, ketakwaan dan keimanan.

Proses demi proses dilewati, berawal dari memaksakan diri hingga menjadi benar-benar terbiasa. Yang mulanya terbiasa menunda sholat jadi terbiasa standby sebelum dikumandangkannya adzan. Yang biasanya susah sedekah hingga dapat dengan mudah bersedekah dalam jumlah besar. Atau yang awalnya malas ikut kajian jadi selalu duduk di barisan terdepan.

“Pertanyaannya, apa iya kita mau ditimpa ujian dan musibah berat dulu baru berubah? Enggak kan?”, katanya. “Maka segeralah bersyukur atas nikmat yang tak terhitung jumlahnya mulai dari kesehatan, panca indera, kehidupan, dan lain sebagainya. Karena Allah telah berfirman, “Jika kamu bersyukur, maka Kami akan menambahkan nikmat kepadamu,” (QS. Ibrahim: 7),”.

Lebih lanjut ia berpesan, jika kita selalu ingin senantiasa berbahagia, maka tingkatkanlah rasa syukur terhadap apapun yang kita miliki, maka niscaya Allah akan tambahkan nikmat kepada kita. Wujud syukur dapat diamalkan melalui lebih banyak berbuat baik dan lebih mendekatnya diri kepada-Nya.

“Maka berubahlah, memaksakan diri untuk menjadi lebih baik adalah kewajiban dan bentuk rasa syukur kita atas nikmat yang Allah beri. Niatkan banyak kebaikan untuk esok hari, semoga Allah menguatkan dan memudahkan kita untuk melakukannya aamiin,” tutup Hawaariyyun mengakhiri postingannya.

(put)