Di tengah pandemi COVID-19, umat muslim telah siap menyambut Idul Adha tahun ini. Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga telah menerbitkan fatwa nomor 36 Tahun 2020 tentang Salat Idul Adha dan Penyembelihan Hewan Kurban saat Wabah COVID-19.

Fatwa tersebut dibahas dan ditetapkan agar pelaksanaan Salat Idul Adha dan penyembelihan hewan kurban sesuai ajaran agama dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Pada hakikatnya, berkurban sangat dianjurkan bagi yang mampu. Hal tersebut tertuang dalam Al-Quran dan hadist berikut:

“Dari Abu Hurairah radhiyallahu‘anhu , Rasulullah shalallahu’alaihi wa salam bersabda: Siapa yang memperoleh kelapangan untuk berkurban, dan dia tidak mau berkurban, maka janganlah hadir di lapangan kami (untuk salat Ied).” (H.R Ahmad, Daruquthni, Baihaqi, dan al-Hakim).

“Maka laksanakanlah salat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah (sebagai ibadah untuk mendekatkan diri kepada Allah).” (QS. Al-Kautsar: 2).

Ya, berkurban tidak hanya meringankan beban sesama, tetapi juga memberikan hikmah dan keutamaan lain. Apa saja?

1. Berkurban merupakan ibadah untuk mendekatkan diri kepada Allah

com-Salah satu keutamaan kurban yaitu sebagai bentuk kepatuhan dan ketaatan makhluk dan Allah Subhanahu wata’ala. Foto: Shutterstock

Salah satu keutamaan kurban yaitu sebagai bentuk kepatuhan dan ketaatan makhluk dan Allah Subhanahu wata’ala . Barang siapa berkurban karena takwa kepada Allah, maka Allah akan menerima kurban tersebut menjadi amalan baik di sisi-Nya. Dalam surat Al-Maidah: 27 Allah berfirman:

“Sesungguhnya Allah hanya menerima (kurban) dari orang-orang yang bertaqwa.” (QS. Al-Maidah: 27)

2. Hewan kurban akan menjadi saksi amal kebaikan di akhirat

com-Hewan kurban untuk Idul Adha di Turki didandani sebelum disembelih. Foto: Shutter Stock

Saat seseorang menjalankan ibadah kurban, ia akan mendapatkan ganjaran yang berlipat dari Allah. Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan Ibnu Majah, kurban merupakan amalan yang sangat dicintai Allah. Kelak, hewan yang dikurbankan akan menjadi saksi di hari perhitungan amal.

“Tidak ada amalan yang dikerjakan anak Adam ketika hari (raya) kurban yang lebih dicintai oleh Allah Azza Wa Jalla dari mengalirkan darah. Sesungguhnya pada hari kiamat ia akan datang dengan tanduk-tanduknya, kuku-kukunya dan bulunya. Sesungguhnya darah tersebut akan sampai kepada Allah Azza Wa Jalla sebelum jatuh ke tanah, maka perbaguslah jiwa kalian dengannya.” (HR. Ibnu Majah).

3. Berkurban merupakan bagian dari syiar agama

com-Ilustrasi sapi sebagai hewan kurban. Foto: Shutterstock

Ibadah kurban merupakan bagian dari syiar agama Islam. Sebab, awal mula diperintahkannya ibadah kurban adalah kisah Nabi Ibrahim yang harus menyembelih anaknya, Nabi Ismail, sebagai bentuk ketakwaannya kepada Allah.

“Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzekikan Allah kepada mereka. Maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa. Karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah).” (QS Al-Hajj: 34).

4. Berkurban sebagai bentuk kepedulian sosial dan kemanusiaan

com-Dompet Dhuafa menerima kebaikan kurban ke seluruh Indonesia. Foto: dok. Dompet Dhuafa

Ibadah kurban menjadi contoh nyata bagaimana Islam mengatur aspek kemanusiaan, sosial, bahkan juga perekonomian umatnya. Distribusi daging kurban yang menyeluruh dapat menjadi contoh baik dalam menjaga harmonisnya kehidupan sosial kemasyarakatan umat Islam. Hal ini mampu memupuk rasa solidaritas umat karena menghubungkan kasih sayang antar sesama.

5. Berkurban merupakan tanda bersyukur

com-Dengan adanya ibadah kurban, kita diajak untuk meresapi lebih dalam tentang makna mensyukuri nikmat Allah. Foto: Shutterstock

Dengan adanya ibadah kurban, kita diajak untuk meresapi lebih dalam tentang makna mensyukuri nikmat Allah. Perintah berkurban hadir di kala Rasulullah sedang berada dalam tekanan dan serangan oleh kaum kafir. Namun, Allah justru memerintahkan Rasulullah untuk melakukan kurban dan mensyiarkannya.

Dalam memudahkan masyarakat berkurban di tengah pandemi COVID-19, Dompet Dhuafa menerima kebaikan kurban ke seluruh Indonesia. Masyarakat dapat memilih jenis hewan kurban lewat genggaman. Nantinya, hewan kurban akan disalurkan ke wilayah yang membutuhkan. Para pekurban juga akan mendapatkan laporan kurban yang lengkap dan akan diberikan update saat proses pemotongan.

com-Dompet Dhuafa akan menyalurkan hewan kurban ke wilayah yang membutuhkan. Foto: dok. Dompet Dhuafa

Sebagai lembaga sosial kemanusiaan kaum Dhuafa dengan dana zakat, infak, sedekah, dan wakaf, Dompet Dhuafa telah menyalurkan kebaikan kepada lebih dari 21 juta penerima sejak tahun 1993. Donasi yang terkumpul akan diantarkan sampai ke pelosok yang sulit dijangkau. Untuk informasi selengkapnya, silakan klik di sini .

Zainal Abidin, Ketua Tebar Hewan Kurban Dompet Dhuafa 2020

Artikel ini merupakan bentuk kerja sama dengan Dompet Dhuafa