– Simak bacaan niat puasa sunah sebelum Idul Adha berikut ini. Pahala menjalankan puasa sunah di hari tersebut, akan diampuni dosa yang lalu dan yang akan datang.

Seperti diketahui sebentar lagi Hari Raya Idul Adha yang diperingati setiap 10 Dzulhijjah 1441 Hijriyah, akan segera tiba.

10 Dzulhijjah diperkirakan jatuh pada akhir bulan Juli 2020.

Kalender Dzulhijjah 1441 Hijriyah (PWNU Jatim)

Sebelum sampai pada tanggal 10 Dzulhijjah , umat Islam dianjurkan melaksanakan puasa sunah sembilan hari, mulai tanggal 1 hingga 9 Dzulhijjah .

Tanggal 8 Dzulhijjah disebut juga puasa Tarwiyah, sementara tanggal 9 Dzulhijjah disebut juga puasa Arafah .

Hal ini sebagaimana hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas bahwa Rasulullah SAW bersabda:

“Tidak ada amal yang dilakukan pada hari-hari lain yang lebih baik daripada yang dilakukan pada sepuluh hari ini para sahabat bertanya, “tidak pula jihad?”, beliau menjawab “tidak pula jihad, kecuali seorang laki-laki yang keluar dengan jiwa dan hartanya kemudian ia kembali dengan tidak membawa apapun. (HR. Bukhari).

Ustadz Abdul Somad menjelaskan di antara puasa tanggal 1 sampai 9 Dzulhijjah itu, yang paling utama adalah tanggal 9 Dzulhijjah .

“Apa Keutamaannya? Hadist Riwayat Muslim, ‘Mengampunkan dosa yang lalu dan yang akan datang’,” jelas Ustadz Abdul Somad.

“ Rasulullah ditanya tentang puasa hari Arafah Beliau berkata dapat menghapus dosa-dosa di tahun lalu dan tahun yang akan datang,” (HR Muslim, Turmudzi, Nasa’i, Ibnu Majah, Ibnu Daud, dan Ahmad)

Niat Puasa Dzulhijjah tanggal 1-7

Niat puasa menjelang Idul Adha merupakan syarat sah yang utama. Jangan sampai, ketika kita melakukan puasa sunnah tanggal satu sampai tujuh namun tidak niat terlebih dahulu. Adapun niatnya sebagai berikut;

نويت صوم شهر ذى الحجة سنة لله تعالى

NAWAITU SHAUMA SYAHRI DZIL HIJJATI SUNNATAN LILLAHI TA’ALA

ARTINYA: “SAYA NIAT PUASA SUNNAH BULAN DZULHIJJAH KARENA ALLAH TA’ALA.”

Puasa Tarwiyah

Puasa tarwiyah merupakan puasa yang disunnahkan sebelum Idul Adha , tepatnya pada tanggal 8 Dzulhijjah .

Niat puasa Tarwiyah

نويت صوم التروية سنة لله تعالى

Nawaitu shauma al tarwiyata sunnatan lillahi ta’ala

Artinya: “Saya niat berpuasa sunnah tarwiyah karena Allah ta’ala.”

Puasa Arafah

Puasa Arafah adalah puasa yang dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah di saat para jamaah haji sedang melaksanakan wukuf di Padang Arafah dasar pelaksanaannya adalah hadis sebagai berikut:

“(dengan) berpuasa pada hari Arafah aku mengharap Allah dapat menghapus dosa-dosa pada tahun lalu dan dosa-dosa pada tahun yang akan datang HR. MUSLIM.”

Hadis yang diriwayatkan oleh Aisyah bahwa Rasulullah bersabda:

“Tidak ada hari di dalam setahun yang lebih aku sukai untuk berpuasa pada hari itu, daripada puasa hari Arafah (hadits Hasan yang diriwayatkan Thabari di dalam Tahdzib Al-Atsar)”.

[Dikutip dari buku berjudul 125 Masalah Puasa, Penerbit Tiga Serangkai hal 87-88]

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ يَوْمِ عَرَفَةَ لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i sunnati Arafah lillahi ta‘ala.

Artinya: “Aku berniat puasa sunnah Arafah esok hari karena Allah SWT.”

Keutamaan Puasa 9 Hari di Awal Bulan Dzulhijjah

Melansir Zakat.co.id, puasa sunah sembilan hari ini tidak terlepas dari sejarah kaum muslim di masa lalu.

Ibnu Abbas mencatat bahwa rentangan sepuluh hari awal Idul Adha terjadi berbagai peristiwa besar yang berkaitan dengan perubahan kehidupan manusia berikutnya.

Hari pertama bulan Dzulhijjah merupakan hari dimaafkannya Nabi Adam oleh Allah Swt, setelah melakukan kesalahan dengan makan buah khuldi.

Hari kedua Dzulhijjah merupakan hari diselamatkannya Nabi Yunus as oleh ikan Nun setelah beberapa hari bearada di dalam perut ikan sembari terus bertasbih dan beribadah kepada Allah Swt.

Pada hari ketiga, merupakan hari dikabulkannya doa Nabi Zakariya as yang man dikaruniai anak yang bernama Yahya. Hari keempat merupakan hari lahirnya Nabi Isa as. Hari kelima Dzulhijjah ialah hari kelahiran Nabi Musa as. Hari keenam Dzulhijjah merupakan hari-hari kemenangan para Nabi dalam berjuang, menegakkan ajaran tauhid. Sedangkan hari ketujuh yaitu hari ditutupnya pintu neraka Jahannam.